Sekilas Tentang Vegetable Glycerin (VG)

2 Responses
Sekilas Tentang Vegetable Glycerin (VG)

Vegetable Glycerin, atau sering disingkat dengan VG adalah senyawa kimia alami, yang didapatkan dari minyak sayur. Di dalam dunia rokok elektrik, Vegetable Glycerin seringkali digunakan untuk memberikan sensasi ‘tebal’ pada uap yang dihasilkan.

Vegetable Glycerin mempunyai sedikit rasa manis dan jauh lebih kental dibandingkan Propylene Glycol. Rasa gatal di tenggorokan yang diberikan Vegetable Glycerin juga jauh lebih rendah dibandingkan Propylene Glycol, membuatnya lebih nyaman digunakan pada rokok elektrik dengan pengaturan sub-ohm. Meskipun Propylene Glycol dapat lebih mengikat rasa dan nikotin, saat ini beberapa supplier telah memproduksi esens rasa dengan campuran Vegetable Glycerin, sehingga memungkinkan untuk membuat liquid dengan 100% VG.

Bagaimana Vegetable Glycerin Dipakai?

Vegetable Glycerin dapat ditemukan dalam berbagai barang-barang kebutuhan sehari-hari, seperti contohnya:

  • Pemanis, sebagai pengganti gula.
  • Produk kecantikan, seperti rias wajah, deodorant, mousse untuk rambut, aftershave, dan deodorant.
  • Makanan hewan peliharaan.
  • Sabun mandi dan krim penghalus tangan.
  • Makanan, khususnya makanan yang membutuhkan proses pemanggangan, untuk meningkatkan kelembapan.
  • Untuk membuat gel yang kental, untuk kebutuhan seperti pembuatan krim obat.
  • Pasta gigi, dan produk gigi lainnya.

Apakah Vegetable Glycerin Aman?

FDA telah mengklasifikasikan Vegetable Glycerin sebagai “Generally Recognized as Safe”, dan telah dikonsumsi dan digunakan oleh manusia secara aman. Penilaian SIDS Assessment Profile juga menunjukan bahwa Vegetable Glycerin memiliki efek samping yang sangat rendah apabila dikonsumsi, dan memiliki potensi iritasi terhadap mata dan kulit yang sangat ringan.

Penilaian SIDS Assessment Profile tersebut dapat dilihat di link berikut:
http://www.inchem.org/documents/sids/sids/56815.pdf

Dengan banyaknya penggunaan Vegetable Glycerin pada obat-obatan yang dikonsumsi manusia, menunjukkan bahwa Vegetable Glycerin sangatlah aman. Akan tetapi, seperti demikian halnya Propylene Glycol, penelitian yang dilakukan untuk membuktikan kesehatan menghirup PG dan VG pada manusia masih terus diteliti lebih lanjut.

Pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2008, peneliti tidak menemukan resiko yang berarti setelah subyek menghirup Vegetable Glycerin. Kita dapat berasumsi bahwa Vegetable Glycerin sangatlah aman untuk dihirup dari penelitian tersebut.

Hasil penelitian pada tahun 2008 tersebut dapat dilihat di link berikut:
http://www.inchem.org/documents/sids/sids/56815.pdf

Alergi terhadap Vegetable Glycerin juga sangat langka, seperti halnya alergi terhadap minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Pada orang yang menderita penyakit diabetes, Vegetable Glycerin dapat memicu penyakitnya. Namun ini bukanlah sebuah isu pada penggunaan Vegetable Glycerin untuk dihirup.

Apa Yang Harus Saya Ketahui Tentang Menghisap Vegetable Glycerin?

Vegeteble Glycerin, yang membuat liquid menjadi sangat kental, dapat membuat umur atomizer tabung kamu menjadi pendek. Liquid dengan VG tinggi dapat merusak coil head kamu dengan cepat. Bahkan pada beberapa tabung rokok elektrik, liquid dengan VG tinggi sama sekali tidak bisa dipakai. Namun, sebagian besar tabung jaman sekarang sudah didesain untuk dapat memakai liquid dengan VG tinggi.

Seperti juga Propylene Glycol, efek berhenti mengkonsumsi rokok tembakau, dan mulai mengkonsumsi Vegetable Glycerin dapat membuat mulut menjadi kering, sakit tenggorokan, dan haus yang berlebihan. Apabila ini terjadi pada kamu, ini adalah normal, atasi dengan meminum air putih yang banyak.

Penelitian Membuktikan Rokok Elektrik Bermanfaat Bagi Penderita Asma

2 Responses
Penelitian Membuktikan Rokok Elektrik Bermanfaat Bagi Penderita Asma

Sebuah berita baik untuk para perokok tembakau yang mempunyai asma, yang berpikir untuk beralih menggunakan rokok elektrik. Sebuah penelitian baru, yang dipublikasikan pada Discovery Medicine, menunjukkan bahwa banyak keuntungan kesehatan yang didapatkan dengan beralih menggunakan rokok elektrik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa para perokok tembakau yang beralih menggunakan rokok elektrik menunjukkan perkembangan baik pada paru-paru dan sistem pernapasan mereka, setelah penelitian yang dilakukan selama dua tahun.

“Hampir semua penelitian membuktikan bahwa rokok tembakau menyebabkan penurunan fungsi paru-paru dan gangguan aliran udara, dan lebih buruknya lagi, tubuh para perokok tembakau yang mempunyai asma tidak merespon obat anti-asma dengan baik, dibandingkan dengan para penderita asma yang tidak merokok”, demikian pernyataan dari Profesor Riccardo Polosa dari University of Catania, yang mengepalai penelitian ini. Profesor Polosa kemudian menyatakan bahwa para perokok tembakau dengan asma tidak akan berhenti mengkonsumsi nikotin, bahkan apabila itu adalah pilihan terakhir mereka, maka dari itulah penelitian ini dilakukan.

Hasil yang mengejutkan dari penelitian ini adalah, beberapa fungsi paru-paru dan pernapasan dapat kembali menjadi lebih baik setelah para perokok tembakau dengan asma tersebut beralih menggunakan rokok elektrik. Hal ini sebelumnya dianggap mustahil oleh penelitian-penelitian sebelumnya, dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana rokok elektrik dapat membantu kesehatan para perokok yang sudah lama mengkonsumsi rokok tembakau.

Akan tetapi, Profesor Polosa mengatakan bahwa penelitian ini masih terbatas, penelitian lebih lanjut dengan subyek yang lebih banyak masih diperlukan, agar dapat merepresentasikan seluruh populasi pengguna rokok elektrik. Penelitian ini juga masih tidak melibatkan para perokok tembakau dengan asma akut, karena penelitian ini hanya dilakukan pada perokok tembakau dengan asma ringan sampai menengah.

Meskipun begitu, hasil penelitian menunjukkan peningkatan kesehatan yang terukur dan berarti, untuk mereka yang terlibat sebagai subyek dari penelitian ini. Kunjungan dan pengukuran fungsi paru-paru dilakukan secara berkala selama enam bulan, satu tahun, dan dua tahun kepada para perokok tembakau dengan asma ini.

Diharapakan dengan dipublikasikannya penelitian ini, studi lebih lanjut dan lebih besar dapat dilakukan untuk dapat lebih membuktikan bagaimana rokok elektrik dapat membantu para perokok tembakau yang mempunyai asma.

Hasil penelitian Profesor Polosa dan timnya dapat dilihat pada link berikut:
Persisting Long Term Benefits of Smoking Abstinence and Reduction in Asthmatic Smokers Who Have Switched to Electronic Cigarettes